Tampilkan postingan dengan label ARTTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTTIKEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

HUKUM MAMAKAN PETAI DAN JENGKOL MENURUT ISLAM



anda suka makan jengkol ? bagaimana pandangan agama yang sempurna ini mengenai konsumsi makanan yang baunya menyengat? Dua buah jenis ini yang memiliki bau dan ciri khas yang sama. Sangat banyak di gemati masyarakat, tentunya di negara tropis. Karena baunya yang khas membuat orang – orang banyak mengenal buah ini.
Dalam hukum islam memakan petai dan jengkol memang tidak dijelaskan. Namun hukum memakannya dapat disamakan dengan hadist yang menerangkan memakan bawang putih dan merah yang keduanya memiliki aroma yang menyengat tajam. Ada sebagian makanan atau minuman yang dilarang dalam agama, ada juga yang hanya makruh hukumnya dan ada juga yang Halalan Thoyyiban. Seperti jengkol dan petai ini. Sebenarnya kedua jenis makanan ini tidak pernah disebutkan dalam alqur’an dan hadist. Akan tetapi permasalahan jengkol dan petai, yang kadang meninggalkan bau di mulut ini sama halnya dengan bawang merah, bawang putih dan durian. Tersebut dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya :
“Dari Abi Sa’ad al Khudry ketika menaklukkan Khaibar, Nabi Muhammad SAW bersabda : ‘siapa yang memakan dari pohon yang bau ini (bawang merah dan bawang putih) maka  janganlah mendekati masjid’. Orang – orang pun langsung bercerita – cerita tentang ssabda nabi ini, mereka mengatakan : ‘diharamkan, diharamkan’. Hingga sampailah isu ini kepada Rosulullah SAW, maka beliau bersabda : ‘wahai umat manusia, sesungguhnya saya tidak mengharamkan apa yang Allah halalkan, akan tetapi pohon ini, aku tidak suka baunya.” (H.R. Muslim).
Dari hadist ini, jelaslah bahwa bawang merah dan bawang putih tidaklah di larang. Akan tetapi nabi hanya tidak suka baunya saja, karena bisa mengganggu kenyamanan orang yang disekitar, hingga Nabi melarangnnya untuk masuk masjid, karena baunya itu bisa saja mengganggu ke khusyukan orang yang shalat.
Nah ketika bawang merah dan bawang putih itu sudah di olah atau sudah di masak sehingga tidak ada baunya lagi, maka boleh-boleh saja memakannya
Masakan tanpa bawang akan terasa kurang nikmat. Begitu juga dengan jengkol dan petai, ketika telah dimasak atau di olah, sehingga baunya hilang, maka gak ada salahnya kita memakan rendang jengkol.
Atau ketika memakan jengkol/pete setelah itu kita punya teori sendiri untuk menghilangkan baunya, mislnya dengan gosok gigi atau memakan sesuatu ini dan itu, sehingga mulut tidak bau lagi, maka makan jengkol dan pete boleh – boleh saja.
Masalah tidak diboleh bagi mereka yang mekannya untuk masuk masjid bila masih tercium baunya yang dapat mengganggu kecuali sudah tidak tercium baunya maka boleh. Akan tetapi ada yang memakruhkannya dengan alasan, baunya membawa mudharat kepada orang lain karena nabi sangat menganjurkan agar kita selalu menjaga kenyamanan dan jangan pernah mengganggu orang lain.
Nah, buat para pecinta petai dan jengkol tidak usaah khawatir, akan tetapi tidak boleh berlebihan pula!

Rabu, 18 Februari 2015

ADAB SEORANG MUSLIM KETIKA TURUN HUJAN






    Betapa banyaknya Allah SWT memberikan kepada kita nikat di dunia ini, sampai-sampai kita tidak bisa menghitung nikmat yang ada di dunia ini, sampaai-sampai kita tidak bisa menghitung jumlahnya, Allah SWT berfirman yang artinya :
“Dan jika kalian menghitung nimat Allah niscaya kalian tidak akan bisa menghitunngnnya” (QS. AN-NAML-18)
            Dantara nikmat tersebut adalah hujan. Hujan adalah salah satu tanda dari tanda – tanda kekuasaan Allah SWT. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan dia menurunkan air(hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan tersebut segala buah-buahan sebagai rizki untukmu”(QS. Al-Baqarah : 22)
            Maksudnya adalah Allah Azza Wajalla menurunkan air hujan dari langit dan dengan air tersebut Dia menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam sebagai rizki bagi hambaNya di muka bumi ini.
           Alhamdulillah negara kita saat ini telah memasuki musim penghujan, maka lihatlah bagaimana Allah menjadikan tanah yang dulunya tandus nan kering menjadi tanah yang subur dan menghasilkan tumbuhn yang hijau buah-buahan yang dipetik dan dan sayur-sayuran yang bisa di unduh. Allah SWT berfirman yang artinya :
“Dan dia lah yang menurunkan hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air tersebut segala macam tumbuhan tmbuhan maka kami keluarkan dari tumbuh – tumbuhan itu tanaman yang hijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tagkai-tangkai yang menjulai, dan kebun – kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitundan dalima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikan buahnya disaat pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Al Anam: 99)
            Akan tetapi kita tidak boleh merasa aman ketika langit mulai mendung dan angin bertiup kencang, karena bisa saja Allah menurunkan azab Nya melalui hujan tersebut seperti apa yang di alamu kaum Ad yang telah Allah kabarkan dalam al-Qur’an : “ maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju kelembah-lembah mereka, berkatalah mereka; ‘inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami’ sekali-kali tidak, bahkan mengandung azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Allah, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikian kami memberikan balasan kepada kau yang berdosa.”(Al-Ahqaf :24-25)
            Semua hal tersebut adalah tanda-tands kebesaran Allah Ta’ala, barang siapa yang tidak mengeahui kebesaranNya melalui hujan, maka dia adalah manusia yang lemah imannya atau bahkan atau bahkan meraka termasuk orang – orang yang kafur terhadap nikmat yang Rabbnya.
            Sesungguhnya islam mengajarkan kita adab-adab ketika hujan turun, dalam ranka mensyukuri nikmat Allah SWT dan sebagai taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah ‘Azzawajalla. Diantara adab orang - orang muslim ketika turun hujan adalah :
1.      Berdo’a ketika hujan mulai turun
Dari Aisyah r.a bahwasannya Rosulullah SAW ketika melihat hujan turun belia berdo’a :
“ya Allah turunkanlah padakami hujan yang bermanfaat..”(HR. Bukhori 1032)
2.      Tidak mencelah hujan
Kita telah mengetahui bahwa hujan adalah salah satu nikmat dari nikmat-nikmat Allah SWT yang diberikan kepada para hamba-Nya, maka tak sepantasnya bagi setiap muslim mencela nikmat Allah yang di berikan kepadanya, dan Rosulullah SAW melarang hal tersebut.
3.      Berdo’a ketika hujan lebat
Rosulullah SAW mengajarkan kita do’a ketika hujan lebat, beliau berdo’a:



4.      Do’a ketika mendengar petir
Dari Abdullah bin Zubair r.a bahwasannya ketika beliau mendengar petir maka beliau menghentikan pembicaraannya dan berdo’a :
5.      Mengambil berkah dari turunnya hujan
Allah SWT berfirman yang artinya :
“Dan kami telah menurunkan dari langit air (hujan) yang penuuh berkah.”(QS. Qaf :9)
Sebuah hadist yang menunjukkan hal ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, beliau bercerita bahwa dahulu ketika bersama Rosulullah SAW dan para sahabat lainnya kehujanan, kemudian Nabi SAW kemudian beliau menyingkap baju beliau hingga terguyur hujan, maka para sahabat bertanya: kenapa anda berbuat demikian? Kemudian beliau menjawab :”karena hujan ini baru di ciptakan Allah Ta’ala.”(HR. Muslim 898)
6.      Memperbanyak istighfar
Hujan adalah suatu nikmat dari Allah Ta’ala tapi bisa saja dia azab Allah Azza wa jalla kepada kaum yang ingkar. Sepantasnya kita memperbanyak istighfar(mohon ampun) kepada Allah yang tak terhitung jumlahnya. Jika dibandingkan dengan Allah yang telah Dia berikan kepada kita, apakah kita mempu untuk membalasnya?bahkan menghitunnya saja kita tidak mampu. Allah berfirman yang artinya:
“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah maka tidak akan bisa menghitung.”(An-Nahl-18)
Oleh karenan itu wajiblah kita memohon ampun atas kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam diri kita
7.      Memperbanyak do’a
Turun hujan adalah kesempatan terbaik untuk berdo’a, karena pada saat itu do’a akan dikabulkan Rosulullah SAW bersabda yang artinya :
“carilah waktu-waktu dikabulkannya do’a yaitu ketika bertemunya dua pasukan berperang, ketika didirikannya sholat, dan ketika turunnya hujan”.(dishahihkan syaikh Albani dalam kitab silsilah as-shahihah 1469)
8.      Berdo’a ketika hujan berhenti
Dalam sebuah hadis, Rosulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat “apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Allah Ta’ala?” mereka menjawab “Allah dan Rasulnya yang lebih tahu.” Maka beliau bersabda “Allah Ta’ala berfirman: pada pagi hari ada dari hambaKu yang beriman dan ada yang kufur, siapa yang berkata (setelah turunnya hujan) “hujan ini disebabkan bintang ini dan itu”. “ Maka dia telah kufur kepadaKu dan beriman kepada bintang – bintang.” (HR. Mutafaqun alaih). Hadis mengisyaratkan bahwa di syari’atkan membaca do’a setelah hujan reda.
            Demikian adab seorang muslim ketika memasuki musim penghujan. Marilah kita berusaha mengamalkan apa yang telah kita pelajari sebagai nikmat rasa syukur kepada Allah Ta’ala dan sebagai bukti cinta kepada Rosulullah SAW dengan cara mengikuti sunnah-sunah beliau, mengamalkan apa yang beliau perindahkan dan menjauhi semua larangan-larangan beliau. Kita mohon kepada Allah Azza wa Jalla dan hidayahnya. Semoga bermanfaat

           


Minggu, 15 Februari 2015

INSYA'ALLAH, ADA JALAN





Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(QS. Yusuf :87)



            Apa jadinya, saat kita sedang terpuruk, serba kesulitan dan seakan tidak ada jalan keluarnya? Dan berputus asa lah kita. Kita pun akan mudah mengatakan, “mau apa lagi? Semua sudah aku lakukan, semua sudah aku jalani, tetapi tampaknya sudah tidak ada jalan keluarnya”.

        Hampir dapat di pastikan bahwa semua orang pernah merasa putus asa atau putus harapan (istilah kararenanya hoppeles). Perasaan tersebut seakan menyebabkan seakan- akan dunia adalah tempat yang paling suram dan tidak ada yang dapat di lakukan lagi.mungkin seseorang telah berusaha menggapai harapan itu tanpa kenal lelah siang dan malam, tetapi hasilnya sia – sia pada akhirnya keputusaasaan yang berlarut-larut dapat menimbulkan perasaan sedih dan bahkan menyebabkan seseorang bunuh diri 


Jangan berorientsi pada hasil

            salah satu penyabab keputusasaan adalah kita hanya ber orientasi pada hasil semata, tanpa melihat bagai mana prosesnya. Artinya kita tidak melihat hikmah yang terkandung dalam proses tersebut, terapi kita melihat hikmah yang terkandung dalam proses tersebut, tetapi kita melihat pahitnya hasil yang kita dapati.

            Misalkan apabia kita sakit, maka berobatlah. Hal tu merupakan cara kita untuk mendapatkan kesembuhan dan tanda kita tidak berputus asa. Masalah yang akhirnya sembuh atau tidak serahkan kepada Allah SWT. Yang kita perlukan adalah proses kita dalam berusaha (ikhtiar)  untuk sembuh, inilah ladang pahala kita. Tentunya kita harus yakin, bahwa ada sakit pasti ada obatnya. Orang beriman pasti tidak akan putus asa dalam proses mencari kesembuhan, sedang orang yang tidak beriman akan gampang berputus asa dan mudah menyerah. Kombinasi keyakinan sembuh, usaha keras dan pasrah kepada Allah SWT adalah obat mujarab dari berputus asa. Begitu pula misalkan dengan  hal rejeki dan kemiskinan, apakah takdir kita akan miskin atau kaya itu adalah urusan Allah SWT.  Tetap kita bersabar dalam mencari rizki yang halal adalah tugas kita, dan itu pahalanya dangat besar.

Jadi mari kita luruskan motivasi kita, jangan berorientasi pada hasil, namun nikmati prosesnya. Kalau proses tersebut lama dan berat, maka bersabarlah dan ikhlaslah dalam menjalaninya. Itulah ladang pahala besar bagi kita,


Bersabar, Insya’Allah ada jalan

            Ujian Allah akan menilai berapa jauhkah ketahanan iman kita terhadap kecintaan kita kepada Allah SWT. Disebutkan mengapa Allah SWT menguji kita, yang artinya : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka itu di biarkan (saja) mengatakan :’kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang – orang  yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang – orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang – orang yang dusta”. ( Al-Ankabut:2-3)

            Ujian tersebut bagi orang beriman akan dianggap sebagai cambuk dan motivasi diri agar menjadi lebih baik dan mengambil  hikmah dari  kejadian yang telah di alaminya. Ujian tersebut bisa jadi memudarkan harapan yang selama ini di impikannya, bersabar dan menerima keadaan adalah yang terbaik. Firman Allah mengatakan,: boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal  ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui mengetahui sedang kamu tidak kmengetahui.”(Al-baqarah : 286)

            Yang aya teruji, yang miskin juga teuji!. Jadi semua orang pasti akan diuji, apapun bentuk ujian itu, bergembiraah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih perduli dan sayang pada kita, untuk itu Allah memberikan ujian kepada kita agar kita lebih kuat, lebih biijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapanNYA. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati dan sunngguh Allah selalu bersama orang – orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hambanya yang beriman, justru manusialah yang sering kali meninggalkan Sang Penciptanya.

           Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobbaan hidup. Bahkan banyak pula yang menyadari bahwa semua nikmat dan ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasaldari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya ada juga yang menyesali diri sendiri, mengapa nasib diri selalu sial , sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.

            Allah SWT Berfirman :”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a bila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(QS. Al-Baqarah : 186)

Ketika kau tak sanggup melangkah

Hilang arah dalam kesendirian

Tiada mentari bagai malam yang kelam

Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap

Aah selalu di sisimu

Insya’Allah, Insya’Allah ada jalan



Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu

Hanya engkaulah pelitaku

Tuntun aku dijalanmu selamanya




Sabtu, 10 Mei 2014

PROSES MEMAHAMI BAHASA



Psikolinguistik 
Psikolinguistik adalah penggabungan antara dua kata 'psikologi' dan 'linguistik'. Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis dan neurobiologis yang memungkinkan manusia mendapatkan, menggunakan, dan memahami bahasa. Kajiannya semula lebih banyak bersifat filosofis, karena masih sedikitnya pemahaman tentang bagaimana otak manusia berfungsi. Oleh karena itu psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan psikologi kognitif. Penelitian modern menggunakan biologi, neurologi, ilmu kognitif, dan teori informasi untuk mempelajari cara otak memroses bahasa.
Psikolinguistik meliputi proses kognitif yang bisa menghasilkan kalimat yang mempunyai arti dan benar secara tata bahasa dari perbendaharaan kata dan struktur tata bahasa, termasuk juga proses yang membuat bisa dipahaminya ungkapan, kata, tulisan, dan sebagainya. Psikolinguistik perkembangan mempelajari kemampuan bayi dan anak-anak dalam mempelajari bahasa, biasanya dengan metoda eksperimental dan kuantitatif (berbeda dengan pengamatan naturalistik seperti yang dilakukan Jean Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan anak).
Psikolinguistik bersifat interdisipliner dan dipelajari oleh ahli dalam berbagai bidang, seperti psikologi, ilmu kognitif, dan linguistik. Psikolinguistik adalah perilaku berbahasa yang disebabkan oleh interaksinya dengan cara berpikir manusia. Ilmu ini meneliti tentang perolehan, produksi dan pemahaman terhadap bahasa[1]. Ada beberapa subdivisi dalam psikolinguistik yang didasarkan pada komponen-komponen yang membentuk bahasa pada manusia.

    Fonetik dan fonologi mempelajari bunyi ucapan. Di dalam psikolinguistik, penelitian terfokus pada bagaimana otak memproses dan memahami bunyi-bunyi ini.
    Morfologi mempelajari struktur kalimat, terutama hubungan antara kata yang berhubungan dan pembentukan kata-kata berdasarkan pada aturan-aturan.
    Sintaks mempelajari pola-pola yang menentukan bagaimana kata-kata dikombinasikan bersama membentuk kalimat
    Semantik berhubungan dengan makna dari kata atau kalimat. Bila sintaks berhubungan dengan struktur formal dari kalimat, semantik berhubungan dengan makna aktual dari kalimat.


    Pragmatik berhubungan dengan peran konteks dalam penginterpretasian makna.
    Studi tentang cara mengenali dan membaca kata meneliti proses yang tercakup dalam perolehan informasi ortografik, morfologis, fonologis, dan semantik dari pola-pola dalam tulisan.
Terdapat beberapa teori mengenai perolehan bahasa pada bayi dan balita yang bersumber pada perkembangan psikologi yang bersifat natur dan nurtur. Natur adalah aliran yang meyakini bahwa kemampuan manusia adalah bawaan sejak lahir. Oleh karena itu manusia telah dilengkapi secara biologis oleh alam (natur) untuk memproduksi bahasa melalui alat-alat bicara (lidah, bibir, gigi, rongga tenggorokan, dibantu oleh alat pendengaran) maupun untuk memahami arti dari bahasa tersebut (melalui skema pada kognisi). Noam Chomsky adalah tokoh yang mempercayai peran natur secara radikal dalam perolehan bahasa. Pihak yang mempercayai kekuatan nurtur dalam perolehan bahasa berargumen bahwa bayi dan balita memperoleh bahasa karena terbiasa pada bahasa ibu. Hal ini terbukti pada pembentukan kemampuan fonem yang tergantung pada bahasa ibu. Misalkan pada bayi Jepang pada usia dibawah 6 bulan masih dapat membedakan fonem ra dan la dengan jelas, namun pada usia satu tahun mereka kesulitan untuk membedakan fonem ra dan la.Michael Tomasello mengkritik Chomsky bahwa bahasa tidak akan muncul begitu saja. Ia meyakini bahwa bahasa diperoleh karena bayi belajar menggunakan bahasa sebagai simbol terlebih dahulu dengan kemampuan bayi untuk melakukan atensi bersama (Join attention) pada saat sebelum bayi mampu memproduksi bahasa [2]. Pada dasarnya natur dan nurtur memiliki kontribusi terhadap perolehan bahasa pada bayi.


    Imitasi

Imitasi dalam perolehan bahasa terjadi ketika anak menirukan pola bahasa maupun kosa kata dari orang-orang yang signifikan bagi mereka, biasanya orang tua atau pengasuh. Imitasi yang dilakukan oleh anak, tidak hanya menirukan secara persis (mimikri) hal yang dilakukan orang lain, namun anak memilih hal-hal yang dianggap oleh anak menarik untuk ditirukan.


    Pengkondisian

Mekanisme perolehan bahasa melalui pengkondisian diajukan oleh B.F Skinner. Mekanisme pengkondisian atau pembiasaan terhadap ucapan yang didengar anak dan diasosiasikan dengan objek atau peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu kosa kata awal yang dimiliki oleh anak adalah kata benda.

    Kognisi sosial

Anak memperoleh pemahaman terhadap kata (semantik) karena secara kognisi ia memahami tujuan seseorang memproduksi suatu fonem melalui mekanisme atensi bersama. Adapun produksi bahasa diperolehnya melalui mekanisme imitasi.



1.3 Lingkup Psikolinguistik


Lingkup psikologis mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan sejauh dapat dipikirkan oleh otak manusia. Topik-topik penting yang menjiwai lingkupan psikolinguistik adalah :

• Proses bahasa dalam komuniasi dan pikiran

• akuisisi bahasa

• Pola tingkah laku berbahasa

• asosiasi verbal dan persoalan makna

• Proses bahasa pada orang yang abnormal

• Persepsi ujaran dan kognisi

Kita sulit memikirkan bagaimana satuan bahasa bersemayam dalam otak kita.Yang jelas, kita menyaksikan bahwa kita berbicara kadang-kadang tanpa dipikirkan lagi, dan kita bergembira karena lawan bicara mengerti apa yang kita katakan.

1.4 Kedudukan Psikolinguistik dan Ilmu Lain

Setiap ilmu berdiri sendiri. Namun dalam operasionalnya tidak berdiri sendiri. Biasanya manusia menyelesaikan sesuatu dengan menggunakan berbagai cabang ilmu. dengan kata lain terdapat hubungan suatu ilmu dengan ilmu yang lain. Bagaimana kedudukan psikolinguistik dengan ilmu lain dapat digambarkan oleh George sebagai berikut:

Contoh : Ali yang gemuk itu sakit.

Linguistik : struktur kalimat

Psikologi : bagaimana perasaan Ali yang sakit?

Logika : mungkinkah orang yang gemuk itu sakit?

filsafat : dari mana datangnya sakit, dan kalau sudah sembuh ke mana perginya rasa sakit itu? mengapa orang sakit meskipun diobati meninggal juga?



psikologi

Linguistik

Filsafat

logika





1.5 Psikologi Dewasa Ini

Dewasa ini psikolinguistik lebih diarahkan untuk pendidikan bahasa. Psikolinguistik dimanfaatkan untuk pengajaran bahasa. Pengajaran bahasa di sini diarahkan agar si terdidik mahir berbahasa. Jadi, tujuannya praktis, yakni agar si terdidik dapat menggunakan bahasa yang diajarkan kepadanya. Peranan psikolinguistik dalam pengajaran bahasa bukan saja berhubungan dengan akuisisi bahasa, tetapi juga untuk kepentigan belajar bahasa pertama, bahasa kedua, dan bahasa asing. Dewasa ini si terdidik bukan saja mempelajari satu bahasa tetapi harus diajarkan bahasa yang bukan bahasa ibunya. Untuk mempelajari bahasa diperlukan gabungan teori linguistik dan psikologi yang menjelama dalam sub disiplin linguistik yang disebut Psikolinguistik Dengan adanya psikolinguistik diharapkan proses akuisis bahasa lebih terungkap dan pengajaran bahasa , baik bahasa ibu, bahasa kedua, maupun bahasa asing lebih memenuhi harapan.



2. Aspek-Aspek Psikolinguistik


2.1 Pendekatan

Bahasa dapat dilihat dari pendekatan :

a) Bahasa sebagai suatu sistem

b) Bahasa sebagai tingkah laku personal

c) Bahasa sebagai tingkah laku antarpersonal



a) Bahasa sebagai suatu sistem

Mengisyaratkan adanya kaidah yang mengatur suatu bahasa. Kaidah bahasa tertentu tercermin dalam tatarannya. Kaidah tersebut tidak berdiri sendiri tetapi merupakan seperangkat unsur yang menjalin dan membentuk suatu sistem. Bahasa itu bersifat dinamis dengan pengertian bahwa bahasa itu berkembang sesuai dengan perkembangan penutur bahasa. Itu sebabnya bahasa dapat pula kita lihat sebagai tingka laku personal. Sebagai suatu sistem bahasa menampakan wujudnya dalam bunyi dan simbol-simbol. Bunyi dan simbol mengikuti kaidah yang ditaati oleh penutur bahasa dan secara konvensional digunakan dalam kehidupan sehari-hari. sistem bahasa tertentu yang merupakankompetensi penutur bahasa akan menampakan wujudnya dalam performansi seseorang.

b) Bahasa sebagai tingkah laku personal

Sebagai tingkah laku personal, bahasa menampakan wujudnya dalam penampilan seseorang.

Contoh : apabila seseorang berkata, “Berkatalah Saudara dan akan saya katakan siapakah saudara”. Dengan kata lain, dengan bahasa kita dapat ketahui tingkah laku penutur bahasa. Orang bisa saja mengambil kesimpulan dengan melihat reaksi seseoran terhadap rangsangan yang ia terima. Hubungan antara siatasi, konteks verbal pembicaraan dapat dipelajari dan dapat kiota mengamil kesimpulan makna yang terkandung dalam sutau tuturan.

b) Bahasa sebagai tingkah laku antarpersonal

bahasa dapat dilihat melalui situasi komunikasi pada situasi tertentu. Apabila seseorang bertanya dan lawan bicara menjawab dengan memuaskan berarti komunikasi berhasil baik. Sebaliknya kalau seseorang memerintah kemudian lawan bicara diam saja, itu tandanya komunikasi tidak berhasil.

Sebab-sebabnya dapat dilihat dari :

• pembicara

• lawan bicara

• situasi

Banyak variable yang ikut menentukan lancarnya komunikasi.

Dalam komunikasi terjadi banyak hambatan yang berhubungan dengan persepsi penutur antara lain :

• informasi yang dikirim kurang jelas

• ingatan dan kapasitas penutur dan pendengar berbeda

• kedua pembicara menggunakan konvensi gramatikal yang berbeda

• antara keduanya terjadi interferensi gramatikal yang bersifat regional, dan

• pengaruh alat bicara dan alat dengar yang tidak sempurna.

kalau kita ingin menggunakan bahasa tertentu, salah satu cara yakni mendengarkan tuturan penutur bahasa yang bersangkutan.

Dilihat dari segi psikolinguistik, tuturan dapat dilihat dari tiga tingkat, yakni

1) struktural

2) intensional

3) motivasional



Aspek struktural : mengacu kepada sistem bahasa yang bersangkutan,

Aspek intensional : mengacu kepada kebertahanan leksikon dan makna pada otak pembicara ,

Aspek motivasional : mengacu kepada daya dorong yang menyebabkan seseorang menyatakan sesuatu dengan menggunakan bahasa.

2.2 Pengertian




Menurut Langacker: linguistik adalah bahasa manusia

Lyons : linguistik adalah studi bahasa secara ilmiah

berdasarkan kedua batasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa objek linguistik adalah bahasa dan bahasa yang dimaksud adalah bahasa manusia. Untuk berkomunikasi bahasa memegang peranan yang sangat penting. Bahasa yang sangat berperan adalah bahasa lisan. Semua manusia menggunakan bahasa lisan untuk menghubungkan dirinya dengan dunia di luar dirinya. penggunaan bahasa dapat dijadikan alat untuk menerka proses yang bergejolak dalam jiwa seseorang.


2.3 Bahasa sebagai Objek Linguistik

1) Bahasa merupakan seperangkat bunyi : bunyi bahasa. Kita mengerti pesan yang tersirat dalam deretan bunyi bahasa itu karena termasuk penutur bahasa yang digunakan oleh pembicara

2) Bahasa bersifat arbitrer

Hubungan antara bunyi atau urutan bunyi dan objeknya bersifat arbitrer dan tidak dapat diterka. tidak ada hubungan antara kegiatan meletakan dan bunyi meletakan.

3) Bahasa bersitaf sistematis

Setiap bahasa mempunyai sistem sendiri-sendiri yang berbeda dengan sistem bahasa manapun

4) Bahasa merupakan seperangkat simbol

Bahasa yang dihasilkan oleh alat bicara manusia yang berwujud kata-kata, sebenarnya, sebenarnya simbol yang mewakili suatu benda, proses, peristiwa atau kegiatan.

Misalnya : kegiatan meletakkan. simbolnya meletakkan. Jadi kalau kita melihat seseorang sedang membungkukan dan tangannya yang di sebelah menaruh sesuatu maka simbol kegiatan ini meletakkan.

5) Bahasa bersifat sempurna

Sempurna dalam hal telah memenuhi amanat pembicara.

Contoh : Letakanlah buku di atas meja


2.4 Proses Bahasa

Kalau kita mendengar orang yang sedang berbicara, sesungguhnya kita hanya mendengar bunyi-bunyi bahasa yang tentu harus dibedakan dari bunyi yang lain, misalnya bunyi orang bersiul atau mendengkur. Bunyi bahasa itu, ada yang kita mengerti dan ada pula yang asing bagi kita. Bunyi bahasa yang kita mengerti menandakan bahwa pembicara memiliki bahasa yang sama dengan bahasa kita atau antara pembicara dan kita sebagai pendengar saling mengerti. Sebaliknya kalau kita mendengar urutan bunyi bahasa tetapi tidak mengerti apa yang dikatakan bahwa bahasa yang digunakan bukan bahasa kita atau bahasa asing bagi kita. Dengan adanya pengetahuan tentang bahasa kita dapat menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya. Artinya ada persepsi yang sama tentang bahasa yang digunakan. secara operasional, komunikasi yang sedang berlangsung itu bersitaf timbal balik.

Namun dalam keadaan tertentu komunikasi itu hanya bersifat searah

Misalnya : kita menyuruh seseorang dan yang bersangkutan tidak bereaksi apa-apa,kecuali melaksanakan suruhan kita.

Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa dapat dibagi tiga bagian, yakni :

1) proses ketika masih berada dalam jati diri seseorang

2) berada di lingkungan , dan

3) berada dalam jati diri pendengar.


BAHASA DAN PIKIRAN

Bahasa digunakan untuk mengungkapkan pikiran.

Pertanyaan yang perlu dikerjakan :

1. bagaimana hubungan antara bahasa dan pikiran.

2. dapatkah kita berpikir tanpa bahasa

3. bagaimana proses berpikir itu

4. apakah pikiran kita dipolakan oleh struktur bahasa yang kita gunakan

5. bagaimana caranya agar hasil pemikiran dimengerti oleh pendengar


Langacker : berpikir adalah aktivitas mental manusia. Aktivitas mental akan berlangsung apabila ada stimulus, artinya ada sesuatu yang menyebabkan manusia untuk berpikir. Memang ada saja yang dipikirkan manusia.

Bahasa digunakan untuk mengoperasikan hasil pemikiran manusia. dalamhubungan inibahasa dapat dilihat dari dua hal yakni :

1) sebagai aktivitas jiwa;

2) bahasa sebagai aktvitas otak

• Sebagai aktivitas jiwa : bahasa dapat dianggap baik sebagai gerakan mental atau sebagai stimulus reaksi..

• Ilmu yang mempelajari bahasa sebagai gerakan mental di sebut psikomekanik

• bahasa dianggap sebagai aktivitas otak

Sebagai aktivitas otak terdapat dua pendekatan yang digunakan yakni :

• pendekatan melalui neurology : bunyi bahasa dan konsep terdapat dalam otak

• pendekatan teknologi : terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan :

1. model kontruksi

2. model teoritis

3. model kerja
 

Flickr Gallery

Recent Posts

Visitor

Flag Counter

GOOGLE TRANLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Get Widget by Google

Recent Comments

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TAMPAT BERBAGI ILMU - All Rights Reserved